Pada tulisan pertama ini, izinkan saya memperkenalkan diri saya, saya seorang wanita, menikah, berprofesi sebagai dokter spesialis di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kota Barabai Kalimantan Selatan.
Walaupun profesi saya sebagai dokter, tapi nantinya yang akan saya tulis kebanyakan adalah hal hal yang saya temui dalam kehidupan keseharian saya (baik itu pengalaman travelling, tentang masakan, kesehatan dan lain lain) Ataupun hal hal yang juga pernah saya baca atau hasil sharing dengan orang orang yang mempunyai pengalaman tertentu dan kiranya bermanfaat.
Baiklah.. kita mulai tulisan ini.. berbagi kisah, informasi dan pengalaman
Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.
— Oscar Wilde.
Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.
Pada bulan Pebruari 2019 yang lalu saya dan suami berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Eropa Barat (Itali, Vatikan, Swiss, Perancis, Belgia, Belanda dan Jerman(Titise). Ini merupakan perjalanan pertama kali ke Eropa.
Kami berangkat dengan ikut salah satu biro tour&travel di Indonesia. Sebelum tanggal keberangkatan ke Eropa, saya suda menggali berbagai informasi baik dari teman teman yang sudah lebih dahulu travelling ke Eropa ataupun dari beberapa artikel yang saya baca dari hasil pencarian dengan kakek Google, tetang makanan, pakaian yang dibawa serta cost yang harus dipersiapkan selama di sana dan lainnya.
Sekitar 1 minggu sebelum keberangkatan. Tour Leader yang ditunjuk oleh biro travelyang telah kami pilih, membagikan hal hal penting (HHP) selama perjalanan ke Eropa, termasuk menginfokan tentang perkiraan biaya makan perkali/perorang.
Biaya sekali makan untuk 2 orang di Eropa sebesar 30 sampai 50 €… kalau dikalkulasi ke rupiah sekitar 400 sampai dengan 500 ribu rupiah. Itupun bukan makan di restoran mewah ya.. itu biaya makan untuk sekelas kedai atau warung makan. Selain itu harga air mineral 500 ml sebotolnya antara 1 -2 €. Sedangkan air mineral botol ukuran 2000 mL harganya justru lebih murah yaitu 0.65 – 1 €.
Selama 9 hari di Eropa (sudah saya kurangi dengan perjalanan pergi dan pulang serta waktu yang diperlukan untuk transit di Abudabi, total perjalanan kami 13 hari 9 malam).
Untuk makan pagi sudah disediakan oleh hotel. Untuk makan siang dan malam tidak termasuk dalam paket tour kami. Jam makan siang kami diperjalanan entah itu mengujungi objek wisata atau tempat bersejarah, atau diperjalan berpindah dari satu kota/negara ke kota/negara lain. Makan siang ini dibantu oleh tour leader cukup untuk mencarikan makanan terutama yang halal food, bagi kami yang muslim.
Untuk makan malam inilah saya membawa beberapa bekal makanan kering yang tahan lama, dan baunya tidak menyengat supaya jangan membuat pakaian dalam koper ikut bau juga. Kenapa bekal ini khusus untuk makan malam saja? Karena saat jam makan malam biasanya kami sudah kembali ke hotel dan biasanya sudah males keluar hotel lagi untuk membeli makanan.
Kenapa perlu bawa bekal makanan ?
Selain sangat membantu karena dari segi biaya akan membuat pengeluaran kita lebih ekonomis (= berhemat), alasan lainnya karena lidah kita orang Indonesia tidak lah selalu cocok dengan citarasa Eropa serta mencari makanan halal bukan hal yang mudah di sana.
Apa saja yang perlu dibawa sebagai bekal(makanan) ke Eropa
Pertama saya membawa rice coocker ukuran paling kecil, sekitar 0.6 L lah kapasitasnya. Saya membeli rice cooker ini via online sekitar 280 ribu rupiah belum ongkir loh. Jangan lupa membawa beras (secukupnya). Saya membawa sekitar 2 kg beras untuk 9 hari, dan Alhamdulillah hari terakhir malah bersisa sedikit karena saya dan suami porsi makan nasinya memang tidak terlalu banyak. Jangan lupa untuk membawa rice cooker ya, selain untuk memasak nasi kan juga bisa untuk merebus air atau merebus mie, karena tidak semua hotel menyediakan teko listrik di hotelnya.
Bekal yang saya bawa telur asin, abon ayam, abon ikan gabus, ikan seluang goreng, kering tempe, keripik tempe, mie instant (indomie goreng, indomie soto banjar, popmie), kerupuk amplang, kecap manis, saos sambal, sambal terasi kemasan, teh, kopi, gula, serta berbagai camilan, seperti kacang, biscuit dan lainnya.
Sebenarnya saya pengen bawa rendang daging yang sudah dipacking rapi dan dapat dibeli online, tapi khawatir kalau tidak lolos pemeriksaan di bandara saat sampai di Eropa, karena saya pernah baca artikel, bahwa kita harus berhati-hati bila membawa produk daging olahan bila berangkat ke Eropa. Salah satu alasan ada larangan membawa daging sapi atau produk olahannya karena Eropa adalah produsen daging sapi yang besar. Alhmadulillah ternyata di bandara Fiumicino Roma Italia, pemeriksaan terhadap barang bagasi penumpang dari pintu kedatangan tidak seribet dan seketat yang saya khawatirkan. Tidak ada bagasi kami dan suami serta teman teman yang diobrak abrik petugas bandara.
Berapa banyak yang harus kita bawa sebagai bekal?
Kalau saya sih secukupnya sesuai dengan lamanya kita di sana. Kan selain untuk menghemat, tujuannya untuk mengatasi ketidak cocokan dengan makanan di sana. Kalau membawa dalam jumlah yang terlalu banyak bisa diperiksa oleh bea cukai di bandara, karena bakal dipertanyakan, apakah untuk keperluan pribadi apa mau jualan.. ha..ha..ha.
Selain itu jangan lupa membawa peralatan makan, piring dan gelas (packing sebaik mungkin agar tidak pecah), sendok garpu, box makan dari tup**w*re, serta botol minum.
Kenapa perlu bawa kotak makan dan botol minum?
Saya bawa kotak makan fungsinya untuk menyimpan makanan yang saya beli tidak habis dimakan, mengingat porsi makanan orang Eropa lebih besar dari kita. Selain itu, biasanya kalau ada kue, roti atau croissant di hotel saat sarapan, kan bisa disimpan dalam kotak makan 1-2 buah untuk bekal saat perjalanan berpindah dari satu kota/Negara ke kota/Negara lain.
Sedangkan botol minum perlu kita bawa, karena seperti yang sudah saya sebutkan di atas harga air mineral di eropa tergolong mahal untuk ukuran botol 500 mL. Jadi sebaiknya beli yang ukuran 2 L bisa dipindah ke botol minum berkali kali sesuai kebutuhan.
Dan kadang di hotel tempat kami menginap, air kran nya ada yang drinking able , jadi dapat diminum. Jadi membawa botol minum sangatlah bermanfaat untuk menyimpan air minum (Emak emak banget ya saya.. perhitungannya ekonomis banget hahaha
Halo teman teman Bloger. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan informasi tentang sebuah kue tradisional khas kota Barabai Kalimanta Selatan. Yaitu wadai(=kue) Balikuhai
Kue Waffle adalah salah satu kue tradisional yang berasal dari benua Eropa, dapat kita temui di Perancis, Belgia dan Belanda. Kue Waffle masuk ke Indonesia dibawa oleh Belanda sebagai negara yang pernah menjajah Indonesia 3,5 abad lamanya. Dalam bahasa Indonesia disebut kue wafel atau bafel… dan di kota Barabai Kalimantan Selatan di sebut dengan Balikuhai
Bentuk kuenya bulat, persegi atau bentuk jantung hati *love* dengan tekstur permukaan yang bersekat sekat, sesuai dengan bentuk cetakan yang dipergunakan. Pada umumnya berbahan tepung terigu, butter, telur, gula dan susu
Balikuhai kue waffle khas Barabai ini, kalau dari taste yang saya rasakan terdiri dari tepung terigu, gula merah, telur dan santan.. dibuat dengan cara satu sendok adonan dimasukkan ke cetakan khusus kue wafel yang diolesi dengan minyak goreng dan kemudian dipanggang dengan cara membolak balikan kedua sisi cetakan agar kuning kecoklatan. Karena cara membuatnya yang dibolak balik inilah sehingga disebut Balikuhai (balikuhai =bolak balik)
Penjual kue balikuhai di Pasar Keramat Manjang Barabai
Balikuhai memang tidak sepopuler kue Apam Barabai. Hanya beberapa orang yang masih memproduksi dan menjual Balikuhai ini. Di Pasar Barabai pun hanya 1 orang bedagang Balikuhai yang merupakan turun temurun berjualan kue ini.
Harga kue ini cukup murah. Dengan harga 5 ribu rupiah, kita mendapatkan 10 buah kue Balikuhai yang ukurannya sekitar 3 x 4 x0.5 cm. Cara membuatnya pun cukup sederhana dan tidak perlu waktu yang lama secepat kita menghabiskannya hahahaha
Kue ini dapat dinikmati dalam keadaan dingin dan dalam keadaan hangat akan menjadi lebih nikmat, karena aroma gula merah nya tercium sangat wangi bila baru diangkat dari cetakan. Dan biasanya saat kita membeli dibungkus dengan daun pisang sehingga wangi kue ini tetap terjaga.
Walaupun resep kue ini diadopsi dari kue Belanda, tetapi sudah disentuh dengan cita rasa Indonesia, seperti di pulau jawa kue wafel/bafel yang kita temui lebih tebal dibanding Balikuhai serta tidak semanis dan segurih Balikuhai.
Keberadaan kue ini sepertinya tergeser dengan biscuit dan roti atau makanan ringan lainnya, tetapi saya sebagai orang Banjar dengan kakek nenek adalah orang Barabai dari kecil suka dengan kue ini, karena pada dasaranya saya memang suka kue wafel/bafel yang dibuat dengan resep tradisional Indonesia lainnya. Sayangnya kue tradisional ini mungkin kurang diminati oleh anak anak jaman Now
Sebagai salah satu kue tradisional Indonesia, mari kita lestarikan makanan makanan khas daerah ini dengan cara menyukai kue kue tradisional.
Pada kesempatan ini saya ingin bercerita perjalanan saya (1 Januari 2020) ke kota Kapuas ibukota Kabupaten Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.. Jarak dari Banjarmasin (tempat saya memulai perjalanan ini) ke Kapuas sekitar sejauh 57 Km dengan perkiraan waktu yang diperlukan sekitar 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan roda 2 maupun 4.
Fokus perjalanan ke Kapuas kali ini adalah tepian sungai… mengingat julukan Kapuas sebagai *Kota Air*(sebelumnya saya sudah beberapa kali berkunjung). Yang pertama kali saya datangi adalah dermaga penyeberangan Feri yang berada di daerah Pasar Danau Mare Kapuas. Sebelum dibangun jembatan Pulau Petak yang menghubungkan kota Kapuas.. transportasi dilalui dengan menggunakan kapal Feri ini.
guest house di tepian sungai di Jl. Sudirman Kapuas
Menyusur pasar ditepian sungai ke arah Jl. Sudirman terdapat jejeran penginapan sejenis guest house yang unik bentuknya mengambarkan ke khas-an Kalimantan Tengah dengan ukirannya tetapi yang menurut hemat saya saat ini kondisinya kurang terawat dan entah apakah masih digunakan untuk menerima tamu. Serta ada Café terapung yang saat saya ke sini sore hari kondisinya sudah tutup.
Di sepanjang jalan Sudirman ini banyak pedagang kaki lima yang menjual minuman dan aneka gorengan serta sate juga ada. Di pinggiran sungai banyak pengunjung yang bersantai baik di taman ataupun di siring sungai
Ada satu hal menarik saat kami mau pulang ke Banjarmasin, disebelah kanan jalan di jl. Trans Kalimantan terdapat sebuah pusat perbelanjaan, ya sejenis Mini Mall dengan swalayan begitu lah,dan ternyata sudah diresmikan 21 Januari 2016 (Namanya CITIMALL) padahal sudah 4 tahun ya dan baru kali ini saya melirik dan berniat mapir ke sini… hehehe..Terdapat swalayan hyfresh (hypermart), CFC, dan ada beberapa store yang lain yang menawarkan SALE.
Mungkin karena ini pas 1 januari 2020 dan lumayan lah pengunjungnya selain itu design bagunannya yang menurut saya dan suami mirip mirip rest area di luar negeri seperti di Eropa yang pernah kami kunjungi.
Dari beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah ataupun Selatan yang pernah saya kunjungi bersama suami. Baru kali ini kami mendapati adanya sebuah Mall yang berukuran tidak terlalu besar tetapi memadai untuk memenuhi kebutuhan pengunjungnya, baik dari segi memanjakan lidah maupun mata.
Menurut kami adanya sejenis Mall atau Swalayan seperti ini adalah sesuatu yang sangat bagus untuk perkembangan suatu kabupaten. Pendatang yang berkunjung ke sini baik itu sekedar jalan jalan (seperti kami saat ini) ataupun ada urusan keluarga dan pekerjaan sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya sejenis Mall ini.
Jangan takut kehadiran Mall akan mematikan pasar tradisional, karena semua sudah mempunyai pangsa pasar masing masing. Selain itu fungsi Mall kebanyakan hanya untuk tempat bersantai melepas penat karena pekerjaan ataupun sekolah, tempat janjian meeting dan sejenis nya lah.. yang tidak mungkin bisa dilakukan di pasar tradisional.
Dannn… pasar tradisional tetap lah the best sebagai tempat untuk berbelanja kebutuhan pokok bagi emak emak…karena saya sendiri pun sering kalap mata belanja di pasar tradisional bila melihat tumbukan ikan, sayuran dan buah buahan yang segar segar.. hahaha
Di mall ini kami sempat beli kotak kaca mata dan 1 set sendok garpu yang bisa dibawa buat travelling dan ternyata ada bonus beli 2 gratis 1 loh (promo tahun baru),, dan saya memilih 1 kotak kacamata yang dapat dilipat . Berhubung hari sudah sangat sore dan mulai gelap, kami segera meninggalkan Mall ini dan pulang kembali ke Banjarmasin. walaupun sebenarnya pengen menikmati kuliner yang ditawarkan di CITIMALL ini.. lain kali lah bila berkunjung ke sini lagi
Lapangan Dwiwarna adalah sebuah alun alun di pusat kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL)
Letaknya dikelilingi oleh Jl. Dwiwarna, Jl. Bakti, Jl. Perwira dan Jl. Ganesha, dimana terdapat pusat perkantoran Pemerintah Daerah HST, Kantor DPRD HST, Bank Kalsel Cabang Barabai serta Kediaman Resmi Bupati dan Wakil Bupati HST serta Kediaman Resmi Ketua DPRD Barabai.
Lapangan Dwiwarna ini pun sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan sekitar tahun 1920-1930an. Digunakan untuk masyarakat mendengarkan maklumat atau pengumuman penting dari pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
Penamaan alun alun ini dengan nama Dwiwarna untuk menghormati jasa jasa pejuang kemerdekaan khususnya yang berasal dari Barabai dan HST. Walaupun tidak ada keterangan yang jelas apakah pernah terjadi pertumpahan darah di lapangan ini dulunya.
Ciri khas lapangan ini dikelilingi dengan pohon mahoni, pohon kenari serta pohon asam yang besar besar serta usianya puluhan tahun (sekitar 70-80 tahunan) dan mungkin ada yang mencapai seratus tahun. Saking tua nya usia pohon ini sudah beberapa pohon yang tumbang, sehingga harus berhati hati saat melewati jalan ini atau memerkir kendaraan bermotor ataupun sepeda kita di tempat ini.
Dulu alun alun ini pernah digunakan sebagai lapangan bola. Sekarang (mungkin sekitar 10-15 tahun terakhir) berubah fungsi menjadi ruang terbuka hijau yang banyak digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti untuk upacara hari kemerdekaan, expo, jogging dan car free days tiap hari minggu pagi.
Khusus untuk minggu pagi, daerah ini digunakan untuk car free days nya kota Barabai. Disini banyak kita jumpai orang yang berolahraga baik jalan santai, jogging, bersepeda maupun senam aerobic dan jumba. Tidak sedikit juga mereka yang mendatangi lapangan Dwiwarna pagi Minggu pagi hanya untuk berwisata kuliner mengingat banyaknya orang yang berjualan makanan dan minuman. Selain itu terdapat pula penjual mainan pakaian anak serta beragam lainnya
Pada kesempatan ini yang akan saya sampaikan adalah Rest Area yang dapat digunakan untuk persinggahan bila kalian bepergian ke Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah) dari Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan)
Perjalanan antara Banjarmasin ke Barabai menempuh jarak 165 km ke arah utara. Perkiraan waktu yang diperlukan untuk sampai ke Barabai dari Banjarmasin sekitar 4-5 jam menggunakan roda 2 ataupun 4 [tidak ada pesawat ataupun kereta].
Dengan waktu tempuh sekian jam tersebut, tentulah kita akan berhenti sesekali untuk mengisi bahan bakar, sholat, makan atau istirahat dikala lelah atau mengantuk.
Ada bebrapa pilihan tempat yang bisa dijadikan rest area selama perjalanan ke Barabai dari kota Banjarmasin, seperti :
SPBU
Terdapat beberapa SPBU sepanjang perjalanan yang bisa disinggahi untuk mengisi BBM sekalian untuk rehat sejenak, toilet ataupun sholat dan realatif aman untuk dijadikan tempat persinggahan
Beberapa SPBU yang bisa saya rekomendasikan antara lain di daerah Pengaron, Sungkai dan perbatasan Tatakan Tambarangan serta di Kandangan
MUSHOLA/MESJID
Penduduk Kalimantan Selatan pada umumnya beragama Islam, sehingga Mushola dan Mesjid dapat dengan mudah kita temui… sepanjang perjalanan dari Banjarmasin ke Barabai, setiap 0,5 sampai 2.0 km akan kita jumpai mushola ataupun masjid.
Ada beberapa mushola dan masjid yang bisa direkomendasikan dari segi keamanan dan kebersihannya yaitu
Masjid danau salak
Mushola dan Mesjid Sungkai
Mesjid Jamie Attaqwa Binuang Kabupaten Tapin
Mesjid Baiturrahmah Rantau Kabupaten Tapim
Di masjid ini khususnya pada hari minggu malam mulai jam 18.00 wita ramai jadi persinggahan. Baik untuk menunaikan sholat magrib dan sholat isya..
Mulai jam 22.00 wita beberapa orang yang singgah di masjid ini selain menggunakan waktunya untuk sholat juga untuk rehat sejenak , apalagi bagi mereka yang akan menempuh perjalanan jauh sampai ke kabupaten Tabalong {kabupaten paling utara di Kalimantan Selatan] atau ke Kalimantan Tengah [Tamiyang Layang, Pasar Panas, Ampah, Buntok dan Muara Teweh serta Puruk Cahu] atau bagi mereka yang melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Timur [Kabupaten Paser ataupun yang ke Balikpapan dan Samarinda menggunakan jalur darat dari Banjarmasin.
Mesjid Baiturrahman Rantau Kabupaten Tapin
Masjid Kandangan
ALFAMART/INDOMARET
Dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir ini
dapat kita jumpai alfamart/indomart sepanjang perkalanan dari barabai ke rantau [kabupaten tapin] karena setelah kota rantau ke Barabai tidak terdapat lagi alfamart ataupun indomaret.
Alfamat/Indomaret yang pernah/sering saya singgahi selama perjalanan saya dari Banjarmasin ke Barabai adalah di daerah Pasar Jati, Mataraman, Pengaron, Sungkai, Binuang, Tambarangan dan Rantau.
Saat rehat di tempat ini kita bisa beli kopi, menyeduh popmie, dan aneka camilan lainnya, termasuk pentol bakso.. hahahah
WARUNG/RUMAH MAKAN
Banyak warung ataupun rumah makan yang dapat disinggahi selama perjalan dari Banjarmasin ke Barabai.
Bagi saya yang penting aman, bersih, gampang parkir dan tidak mahal… hahahah
Pengalaman saya bolak balik dari Banjarmasin-Barabai hampir tiap sekali seminggu selama 19 tahun masa tugas saya di Barabai, terdapat beberapa tempat makan yang bisa kita singgahi antara lain
BANJARBARU
Wong Solo, Ayam Goreng Pemuda, Soto Dian, Ayam Goreng Pak Siyo, Tahu Sumedang
Serta ada warung pinggir jalan yang dipagi hari jual nasi bungkus [nasi putih/kuning] dan pundut nasi [makanan khas banjar dari beras+santan dimasak dengan dibungkus daun pisang dan dimakan dengan bumbu masak merah/habang khas banjar]
RANTAU
Wong Solo, Rocket Chicken, warung Banaran dan beberapa warung makan lainnya yang bila pagi hari menunya nasi putih/kuning, lontong sayur dengan lauk ikan haruan [gabus], telur, ayam, daging yang dimask bumbu habang [sejenis bumbu bali] ataupun warung makan yang menjual ikan goreng, panggang serta sayur khas banjar.
Inilah beberapa tempat yang sering saya dan juga orang orang gunakan sebagai Rest Area dalam perjalanan ke Barabai dari Banjarmasin. Mungkin sama saja dengan di beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Semoga Informasi ini bermanfaat dan dapat digunakan bila kebetulan anda berkesempatan ke Barabai.
Adalah salah satu makanan khas kota Barabai. Iwak (= ikan dalam bahasa Indonesia). Pakasam mungkin diambil dari proses pembuatannya yang diasamkan/fermentasi. Dibeberapa daerah ada yang menamainya dengan sebutan iwak besamu atau jukut.
Iwak Pakasam berbahan dasar ikan seperti ikan sepat, pepuyu, haruan/gabus dan anakan iwak (ikan kecil kecil). Proses pembuatannya adalah ikan yang sudah dibersihkan dan dibuang isi perutnya dilumuri garam dan dicampur dengan beras ketan yang digoreng dan ditumbuk kemudian difermentasi. Lamanya fermentasi ini tergantung selera yaaa..
Pakasam hanyar (baru), setelah dilumuri bumbu (garam dan bubuk ketan goreng atau beras goreng), dalam waktu 24 jam langsung diolah sesuai selera… bahkan ada yang suka yang selesai dibumbui langsung digoreng..lebih segar rasanya
Pakasam sadang (sedang) waktu permentasinya 3-4 hari. Pakasam lawas (lama) waktu permentasi nya > 1 minggu
*Kalau saya pribadi lebih suka sama pakasam hanyar dan digoreng ditaburi irisan lombok habang hijau dan bawang merah dan putih goreng*
Kalau pakasam sadang dan lawas lebih cocok untuk dibuat paisan (=pepes).. dicampur dengan parutan kelapa, telur, belimbing wuluh, bawang merah putih dan lombok habang hijau, dibungkus daun, dikukus kemudian biar tahan lebih lama dipanggang di atas bara api agar air pepesannya mengering
Harga iwak pakasam (info terbaru desember 2019) untuk seperempat kilogram 10 ribu rupiah.. Jadi untuk harga 1 kilogram pakasam 40 ribu rupiah. Iwak pakasam sering dijadikan oleh oleh, baik dalam bentuk mentah ataupun yang sudah dimasak.
Ikan pakasam banyak dijual di Pasar Keramat manjang Barabai atau orang biasanya menyebut pasar subuh atau pasar terminal. Sentra produksi iwak pakasam ada di desa Mahang kecamatan Pandawan sekitar 7 km dari kota Barabai
Bila datang ke Barabai jangan lupa beli iwak pakasam yaa sebagai buah tangan..
Apam Barabai adalah salah satu kue khas daerah Barabai. Terbuat dari bahan dasar berupa tepung beras, santan dan gula merah/putih, sejumput garam dan tape singkong. Teksturnya sangat lembut sehingga enak di lidah dan tidak terlalu manis disbanding beberapa jenis kue khas Barabai atau Kal Sel lainnya yang terkenal manis dan gurih seperti kueh Lam,wadai bingka, sarimuka lakatan, dll
Kue Apam ada yang berwarna merah[coklat sih sebenarnya] atau berwarna putih, tegantung bahan pemanisnya apakah menggunakan gula merah atau gula putih.
Sampai saat ini cara pembuatannya masih menggunakan cara tradisionil dengan cara semua bahan dicampur disebuah wadah yang bersih kemudian didiamkan selama 6 ssampai 12 jam pada suhu kamar agar adonan sedikit mengembang. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah dialasi daun pisang/dadap yang diolesi minyak dan di kukus.
Karena prosesnya dikukus kue ini hanya dapat bertahan dalam waktu 24 jam saja. Jadi bagi mereka yang menginginkan kue ini dibawa sebagai oleh oleh saya sarankan untuk membeli di tempat produksinya langsung seperti di Jalan Bulau Sarigading yang sudah memproduksi atau menjual mulai jam 04.00 wita. Ada juga yang memproduksi dan menjual mulai siang hari jam 12.00 wita sampai petang hari seperti di simpang 4 jalan bulau sarigading.
Agar kue ini bisa bertahan lebih lama [sampai 2 hari] dengan cara dikukus kembali selama 10 sampai 15 menit.
Harga kue apam Barabai ini sekitar 5.000-8.000 rupiah/bungkus daun. Tiap bungkus berisi sekitas 10 buah kue apam yang bentuknya tipis tipis. Adapula yang memproduksi dan menjual dengan ukuran lebih besar dengan harga 8.000 ribu/buahnya.
Kue apam Barabai ini dapat dengan mudah kita jumpai dikota Barabai.
Selain di Pasar Keramat Manjang, di sepanjang Jl. Murakata- HM. Syarkawi sampai dengan Jl. Abd. Moeis Redani banyak kita temukan penjual kue Apam Barabai di sisi kiri dan kanan jalan tersebut.
Saking banyak nya orang berjualan kue apam Barabai ini sehingga Barabai dijuluki sebagai Kota Apam.
Ayo teman teman kapan berkunjung ke kota Apam.. kami tunggu yaa
Lapangan Murjani Banjarbaru adalah sebuah alun alun yang menjadi pusat Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Letaknya persis di depan Balaik Kota Banjarbaru saat ini.
Nama Lapangan Murjani ini diambil dari nama salah satu Gubernur Kalimantan Dr. Murjani yang sangat berperan dalam terbentuknya kota Banjarbaru.
Lapangan ini ramai dengan pengunjung mulai sore sampai malam hari dan akan kita jumpai banyaknya pedagang batagor, siomay, otak otak yang berjualan di sepanjang trotoar yang mengelilingi lapangan Murjani ini.
Selain itu adanya mobil yang dihias lampu lampu berwarna warna dan siap mengantar pengunjung berkeliling menambah semarak Lapangan Murjani di sore hari.
Pada hari minggu dan libur keramaian di Lapangan Murjani ini dimulai sejak pagi hari dengan kehadiran orang orang yang melakukan aktivitas olahraga seperti berjalan kaki, jogging, senam aerobic dan jumpa serta beberapa orang yang bersepeda alias gowes.
Pengunjung yang datang tidak hanya dari daerah kota Banjarbaru, tapi juga dari kota Banjarmasin, Barabai, Amuntai, Kandangan dan beberapa kota Kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan. Bahkan ada pengunjung yang berasal dari Kalimantan Tengah dan Timur yang bisa ditempuh dengan jalan darat ke Banjarbaru.
Pengunjung yang datang tidak hanya untuk berolah raga tapi juga untuk jalan jalan dan tentunya wisata kuliner.
Mengingat banyaknya penjual makanan di Minggu pagi.
Jenis makanan yang dijual beragam dari mulai masakan banjar (nasi kuning, lontong, ketupat kandangan, soto banjar), masakan jawa (nasi pecel, nasi rames, nasi campur, naasi gudeng dan rawon) dan banyak lagi makan lainnya seperti, sate, bubur ayam, nasi bakar, berbagai jenis kue dan minuman.
Yang dijual pun tidak hanya makanan dan minuman, kita akan bisa menjumpai penjual pakaian, jilbab, mainan anak, perlengkapan rumah tangga dan lainnya.. dan ini yang akan membuat kalap mata dan siapkan uang yang cukup yahhh
Tugu Burung Anggang, Tugu Selamat Datang Ke Kota Barabai
Barabai adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Jarak dari Banjarmasin [ibukota Provinsi] sejauh 165 km ke arah utara yang dapat ditempuh dengan perjalanan darat [kendaraan roda 2 dan 4] dengan waktu tempuh sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan [1-2 tahun terakhir lama perjalanan semakin lama yaaa… 5 jam lebih baru sampai… karena padatnya kendaraan roda 2 dan 4 serta serta truk, bis dan trailer].
Pilihan transportasi umum yang dapat kita gunakan ke Barabai dari Banjarmasin adalah
Taksi colt. Mulai ditinggalkan dan tergeser dengan model transportasi yang lain. Biaya perjalanan menggunakan taksi colt ini sekitar Rp 60.000 – Rp 70.000/orang
Mobil Travel.. Jasa travel biasanya menyediakan mobil jenis minibus [Avanza, Inovva, Hi Ace] dengan biaya sekitar Rp 150.000/orang. Ada 2 pilihan jasa travel yaitu Intan Travel atau Trans Borneo Travel
Dari Banjarmasin ke Barabai ada beberapa kota/kabupaten yang kita lalui yaitu :
Kodya Banjarbaru
Kabupaten Banjar [Martapura, Danau Salak, Pengaron, Sungkai]
Kabupaten Tapin [Binuang dan Rantau]
Kabupaten Hulu Sungai Selatan [Kandangan]
Dalam perjalan ke Barabai bila kita menggunakan kendaraan pribadi atau umum… ada beberapa tempat persinggahan untuk beristiraha antara lain
SPBU
Mushola/masjid
Alfamart/Indomaret
Warung/Rumah Makan
Ketika anda berkunjung ke barabai dan terpaksa harus menginap. Ada beberapa pilihan penginapan atau hotel bagi mereka yang berkunjung untuk keperluan bisnis, keluarga dll seperti
Hotel Madani [Bintang 2]
Hotel Q inn [Bintang 2]
Hotel Bhima [Bintang 2]
Hotel Fusfa [Bintang 1]
Penginapan La Tansa Guest House
Guest House Shaza Syariah
Sesampai di Barabai ada beberapa makanan/kue khas barabai yang wajib dicicipi antara lain kue apam barabai, kueh Lam dan wadai[kue] cincin.
Kue khas barabai ini pun sering kali dibeli untuk dijadikan buah tangan bagi mereka yang berkunjung ke barabai selain kacang jaruk dan kacang nagara serta kue bangkit dan kue rook
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang akan berkunjung ke Barabai
Kantor Bupati Hulu Sungai Tengah. Jl. Perwira Barabai
Kota Barabai adalah sebuah kota kecamatan yang merupakan ibukota dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di Provinsi Kalimantan Selatan (KalSel). Terdiri dari 12 desa dan 6 kelurahan.
Berjarak 165 km ke arah utara dari kota Banjarmasin yang merupakan ibukota Provinsi KalSel. Dapat dicapai menggunakan kendaraan roda 2 ataupun 4 selama 4-5 jam perjalanan.
Barabai berada di bawah kaki pegunungan meratus dan di tepi sungai Barabai. Luas daerah 54.47 km persegi dengan kepadatan penduduk 964 jiwa/km.
Pada umumnya penduduk Barabai beragama islam dan berprofesi sebagai pegawai negeri (ASN), pedagang dan petani.
Terdapat beberapa masjid besar dan bersejarah di Barabai antara lain Mesjid Agung Riadhussalihin, Mesjid Shulaha, Mesjid Mujahiddin dan Mesjid Keramat Palajau
Apam Barabai adalah sejenis kue tradisional khas daerah ini yang dapat kita jumpai banyak dijual di sepanjang jalan. Sehingga kota Barabai juga dijuluki sebagai kota Apam
wadai (kue) Apam Barabai
Makanan lain yang juga khas Barabai adalah kueh Lam (mirip dengan kue maksuba Palembang) dan Kacang Jaruk (kacang asin) serta iwak(ikan) Pakasam yang diproses dengan permentasi.
Pusat kota Barabai ada di sebuah alun alun kota yang bernama Lapangan Dwiwarna. Pada pagi hari digunakan oleh orang orang yang senang berolah raga, baik jalan santai, jogging maupun sepedaan. Di sore hari pun tempat ini dijadikan area untuk bersantai karena banyak penjual makanan ditemukan disekitar lokasi ini.
Obyek wisata yang dapat dikunjungi bila kita ke Barabai antara lain, obyek wisata Pagat (7 km ), Loklaga (15 km) dan air panas hantakan (10km). Beberapa obyek wisata yang baru dan hits di Barabai antara lain Riam Bajandik, Baruh Bunga (outbound), Guha Limbuhang dan Pulau Mas.